Sabtu, 26 Mei 2018

Ada Apa Dengan Usia 40, Hingga Allah SWT Memberikan Isyarat Khusus dalam Al-Quran



Banyak orang yang tidak menyadari bahwa Al-Qur’an membahas mengenai usia 40 tahun.
Hal ini sebagai pertanda bahwa ada hal yang perlu diperhatikan dengan serius pada pembahasan usia 40 tahun ini.

Allah Ta’ala berfirman, “Apabila dia telah dewasa dan usianya sampai empat puluh tahun, ia berdo’a, “Ya Rabb-ku, tunjukkanlah kepadaku jalan untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada kedua orangtuaku dan supaya aku dapat berbuat amal yang shaleh yang engkau ridhai.

Berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang muslim.” (QS. Al-Ahqaf : 15)

Usia 40 tahun disebutkan dengan jelas dalam ayat ini.

Pada usia inilah manusia mencapai puncak kehidupannya baik dari segi fisik, intelektual, emosi, maupun spiritualnya. Ia benar-benar telah meninggalkan usia mudanya dan melangkah ke usia dewasa yang sebenar-benarnya. Do’a yang terdapat dalam ayat tersebut dianjurkan untuk dibaca oleh mereka yang berusia 40 tahun atau lebih.

Dan selanjutnya Anda pasti pernah mendengar kata pepatah terkenal yang berbunyi "hidup baru dimulai pada usia 40 tahun".

Usia 40 tahun memang unik dan sering dimaknai berbeda dengan usia lainnya.

Misteri tentang usia 40 tahun semakin menarik untuk disimak, palagi semakin canggihnya teknologi dan semakin majunya penelitian tentang otak manusia, para ahli menemukan hal yang unik yang terkait dengan usia 40 tahun.

Istimewanya usia 40 tahun juga diperkuat dengan penemuan ilmiah baru yang menegaskan bahwa otak manusia mencapai kematangannya pada usia 40 tahun. penelitian ini mengkonfirmasi kebenaran yang disampaikan dalam Alqur’an 14 Abad yang lalu.




Penelitian ini menegaskan bahwa perkembangan otak terus berlangsung hingga penghujung usia 40 tahunan dari umur manusia.

Surat kabar Telegraf menerbitkan artikel terkait penelitian yang berjudul “Sebenarnya perkembangan otak tetap berlangsung sampai dipertengahan umur seseorang”. Artikel tersebut menyebutkan bahwa anda mungkin mengira bahwa anda akan menjadi sepenuhnya matang dalam berpikir saat anda berada diusia 21 tahun. tetapi penelitian terbaru menunjukan bahwa otak anda tidak berhenti perkembangannya sampai akhir usia 40 tahun.

Sementara itu dalam pandangan psikologi barat usia 40 tahun kerap dikaitkan dengan puber kedua. 

Yaitu timbulnya sebuah gejolak baru dan pencarian jati diri.

Hal yang mencolok pada puber kedua ini adalah penampilannya yang berbeda dari sebelumnya.

Bagi para pria menjadi sangat memperhatikan penampilan, menjadi lebih rapi dan nechis. tingkah laku pun mengalami perubahan, menjadi orang yang cari perhatian dan tebar pesona terhadap lawan jenis.

Dan celakanya, pandangan ini seolah-olah menjadi pembenaran untuk berperilaku nakal.

Islam mendang usia 40 tahun sebagai usia yang sangat cukup  untuk mencapai kecerdasan eksistensial. Dimana seseorang sudah sangat memahami keberadaanya sebagai makhluk Allah di muka bumi. 

Di usia ini seseorang seharusnya tidak lagi berpikir tentang dunia, tetapi jauh berpikir tentang nasibnya kelak di akhirat. tentu tidak saja tentang dirinya sendiri, tetapi juga tentang anak istrinya. Ibarat waktu, orang yang memasuki umur 40 tahun seperti memasuki waktu Ashar atau senja. tak lama lagi magrib menjelang.
Pada usia tersebut manusia sudah harus waspada, mawas diri terhadap aktivitas beribadahnya kepada Allah. 

Ia ditekankan untuk meingkatkan atau setidak-tidaknya mempertahankan amal kebajikan yang telah dibiasankannya pada usia sebelumnya.

Tidak justru tua-tua keladi, makin tua dosanya makin menjadi.

Sungguh surah Al-Ahqaaf tersebut adalah petunjuk paling benar dan patut diikuti pada usia 40 tahun. Usia yang disebut sebagai usia kematangan manusia dalam berbagai aspek, matang spiritual, matang intelektual, matang emosional, dan matang sosial. Kematangan pribadi manusia itulah yang kemudia melahirkan kesadaran dan kecenderungan yang benar sebagaimana yang diisyaratkan di dalam ayat Al-Ahqaaf tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar